BPS Merilis Data Inflasi dan Lainnya untuk Tahun 2017

Kabar Desa

Senin 2 Oktober 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis beberapa data strategis terkini tentang : (1) Inflasi, (2) Indeks Harga Perdagangan Besar, (3) Perkembangan Pariwisata & transportasi Nasional, dan (4) Perkembangan Nilai Tukar Petani & Harga Produsen Gabah & Beras

Berikut ini disampaikan ringkasan data-data tersebut:

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI, SEPTEMBER 2017

1⃣ Pada September 2017 terjadi inflasi sebesar 0,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,08. Dari 82 kota IHK, 50 kota mengalami inflasi dan 32 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,59 persen dengan IHK sebesar 153,62 dan terendah terjadi di Mamuju dan Depok sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 129,55 dan 128,56. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,04 persen dengan IHK sebesar 128,26 dan terendah terjadi di Tembilahan sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 133,95.

2⃣ Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,34 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,21 persen; kelompok sandang sebesar 0,52 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,16 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 1,03 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen, sedangkan kelompok bahan makanan mengalami penurunan sebesar 0,53 persen.

3⃣ Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–September) 2017 sebesar 2,66 persen dan tingkat Inflasi tahun ke tahun (September 2017 terhadap September 2016) sebesar 3,72 persen.

4⃣ Komponen inti pada September 2017 mengalami inflasi sebesar 0,35 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–September) 2017 mengalami inflasi sebesar 2,51 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (September 2017 terhadap September 2016) sebesar 3,00 persen.

 

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR, SEPTEMBER 2017

1⃣ Pada September 2017, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 0,15 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Industri sebesar 0,45 persen.

2⃣ Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada September 2017 antara lain kelapa sawit, minyak kelapa sawit (CPO), beras, bahan bangunan dari aluminium, besi dan baja impor, serta bijih, kerak, dan abu logam ekspor.

3⃣ IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada September 2017 naik sebesar 0,68 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas besi beton, kawat dan sejenisnya, paku, mur, baut, besi lainnya, dan bahan bangunan dari aluminium.

4⃣ IHPB Umum naik 0,23 persen pada Agustus 2017 terhadap bulan sebelumnya. Kelompok Barang Ekspor merupakan penyumbang andil dominan pada kenaikan IHPB, yaitu sebesar
0,18 persen.

5⃣ IHPB Kelompok Barang Impor dan Kelompok Barang Ekspor pada Agustus 2017 masing-masing naik sebesar 0,34 persen dan 0,94 persen terhadap bulan sebelumnya.

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH DAN BERAS, SEPTEMBER 2017

A. Perkembangan Nilai Tukar Petani , September 2017

1⃣ Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

2⃣ NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.

3⃣ NTP nasional September 2017 sebesar 102,22 atau naik 0,61 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,49 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,12 persen.

4⃣ Pada September 2017, NTP Provinsi Sumatera Selatan mengalami kenaikan tertinggi (2,16 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar (0,95 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

5⃣ Pada September 2017 terjadi deflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,27 persen disebabkan oleh turunnya indeks kelompok bahan makanan.

6⃣ Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional September 2017 sebesar 110,91 atau naik 0,27 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

B. Perkembangan Harga Gabah dan Beras di Penggilingan, September 2017

1⃣ Dari 1.252 transaksi penjualan gabah di 23 provinsi selama September 2017, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 76,52 persen, gabah kualitas rendah 14,62 persen, dan gabah kering giling (GKG) 8,86 persen.

2⃣ Selama September 2017, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.655,00 per kg atau naik 3,22 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.744,00 per kg atau naik 3,31 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada Agustus 2017. Rata-rata harga GKG di petani Rp5.502,00 per kg atau naik 0,58 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.590,00 per kg atau naik 0,21 persen. Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp4.276,00 per kg atau naik 6,57 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.368,00 per kg atau naik 6,43 persen.

3⃣ Dibandingkan September 2016, rata-rata harga pada September 2017 di tingkat petani untuk semua kualitas GKP, GKG, gabah kualitas rendah mengalami kenaikan masing-masing 2,60 persen, 4,11 persen, dan 4,91 persen. Demikian juga di tingkat penggilingan rata-rata harga untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah kualitas rendah mengalami kenaikan masing-masing 2,64 persen, 3,58 persen, dan 4,40 persen.
Pada Agustus 2017, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.471,00 per kg, naik sebesar 0,36 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp8.935,00 per kg, naik sebesar 1,27 persen. Sedangkan rata-rata harga beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp8.672,00 per kg, naik sebesar 2,80 persen.

4⃣ Dibandingkan dengan September 2016, rata-rata harga beras di penggilingan pada September 2017 untuk kualitas premium naik 3,95 persen, kualitas medium turun 0,33 persen, dan kualitas rendah juga turun 1,24 persen

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI NASIONAL, AGUSTUS 2017

A. Perkembangan Pariwisata, Agustus 2017

1⃣ Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Agustus 2017 naik 36,11 persen dibanding jumlah kunjungan pada Agustus 2016, yaitu dari 1,03 juta kunjungan menjadi 1,40 juta kunjungan. Begitu pula, jika dibandingkan dengan Juli 2017, jumlah kunjungan wisman pada Agustus 2017 mengalami kenaikan sebesar 1,79 persen.

2⃣ Secara kumulatif (Januari–Agustus) 2017, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 9,25 juta kunjungan atau naik 25,68 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 7,36 juta kunjungan.

3⃣ Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Agustus 2017 mencapai rata-rata 58,00 persen atau naik 2,79 poin dibandingkan dengan TPK Agustus 2016 yang tercatat sebesar 55,21 persen. Demikian juga, jika dibanding TPK Juli 2017, TPK hotel klasifikasi bintang pada Agustus 2017 naik 0,48 poin.

4⃣ Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Agustus 2017 tercatat sebesar 1,97 hari, terjadi kenaikan 0,16 poin jika dibandingkan keadaan Agustus 2016.

B. Perkembangan Transportasi Nasional, Agustus 2017

1⃣ Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada Agustus 2017 sebanyak 8,0 juta orang atau turun 10,41 persen dibanding Juli 2017. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 2,85 persen menjadi 1,5 juta orang. Selama Januari–Agustus 2017 jumlah penumpang domestik mencapai 58,4 juta orang atau naik 11,05 persen dan jumlah penumpang internasional mencapai 11,1 juta orang atau naik 14,11 persen dibanding periode yang sama tahun 2016.

2⃣ Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada Agustus 2017 tercatat 1,6 juta orang atau turun 11,29 persen dibanding Juli 2017, sedangkan jumlah barang yang diangkut naik 7,54 persen menjadi 22,6 juta ton. Selama Januari–Agustus 2017 jumlah penumpang mencapai 11,2 juta orang atau naik 8,01 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2016. Demikian juga dengan jumlah barang yang diangkut naik 0,74 persen atau mencapai 170,5 juta ton.

3⃣ Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Agustus 2017 sebanyak 33,8 juta orang atau turun 1,51 persen dibanding Juli 2017. Berbeda dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api naik 5,58 persen menjadi 4,0 juta ton. Selama Januari–Agustus 2017 jumlah penumpang mencapai 254,5 juta orang atau naik 10,57 persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 23,29 persen menjadi 27,8 juta ton.

 

Sumber: KIM & METRA INDONESIA

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan