Rapat Koordinasi dan Evaluasi STMB 5 Pilar di Kabupaten Lombok Timur

Tak Berkategori

Senin 9 Oktober 2017 Rapat Koordinasi dan Evaluasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dibuka oleh Kepala Dinas Bapeda Kabupaten Lombok Timur  yang dilaksanakan di Rupatama I Kantor Bupati Lombok Timur. Rapat tersebut dihadiri oleh:

  1. Kepala Dinas Bapeda Kab Lombok Timur
  2. Kepala Dinas DPMD Kab Lombok Timur
  3. Yayasan Masyarakat Peduli-NTB
  4. Dinas Kesehatan Kab Lombok Timur
  5. Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Lombok Timur

Dalam acara tersebut diadakan talkshow kebijakan, strategi dan capaian STBM 5 Pilar 2017. Kegiatan promotif preventif dalam mencapai UA penyiapan masyarakat dalam pembangunan dan keberlanjutan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, membangun komitmen ODF (Open Defecation Free) Provinsi menuju 100 persen akses sanitasi dan pembelajaran RPAM ( rencana penyediaan air minum).

STBM berupaya mewujudkan 5 pilar perubahan perilaku kesehatan yang terdiri:

1.Stop buang air besar sembarangan/Stop BABS.

2.Cuci tangan pake sabun/CTPS.

3.Pengelolaann air minum dan makanan rumah tangga.

4.Pengamanan sampah rumah tangga.

Keberhasilan pelaksanaan STBM perlu dukungan pimpinan daerah mulai dari Gubernur, Bupati/Walikota maupun mobilisasi seluruh elemen seperti dinas/instansi pemerintah, elemen masyarakat dan pemerintah di tingkat kecamatan dan desa; unsur swastra yang termasuk didalamnya wirausaha sanitasi lembaga keuangan mikro dan lembaga lainnya.

Pelaku utama STBM adalah masyarakat yang didukung oleh pemerintah dan berbagai pihak seperti LSM, swasta, perguruan tinggi, media dan organisasi lainnya. Dukungan yang diberikan meliputi pengembanhan kapasitas, pengembangan pilihan teknologi, memfasilitasi pengembang mekanisme jejaring pemasaran, pengembangan media, fasilitasi pemicuan dan pertemuan pembelajaran antar pihak. Berbagai dukungan tersebut meningkatkan kemandirian masyarakat dalam membangun sanitasi sesuai kemampuan. Peran TNI didalam swasembada WC di Kabupaten Lampung Selatan dimana TNI, Pemda dan masyarakat bersama-sama berupaya pemenuhan akses sanitasi layak dengan mendorong perubahan perilaku kemandirian, Gotong royong dan nilai kemanusiaan antara masyarakat dan pemerintah.

Pantauan pelaksanaan STBM telah didukung oleh sistem monitoring dan evaluasi berbasis website, sms gateway da telah dilaksanakan di seluruh provinsi. Dalam rangka percepatan akses sanitasi nasional telah dikembangkan sistem monitoring berbasis mobile/smartphone. Aplikasi ini telah diluncurkan pada Juli 2016 oleh Kemenkes. Selain itu juga Kepala Dinas Bapeda dan Yayasan Masyarakat Peduli  menyampaikan beberapa agenda sbb:

  1. Penguatan Pokja AMPL dengan peningkatan jejaring AMPL
  2. Mendorong percepatan peningkatan akses dan capaian desa ODF
  3. Kegiatan advokasi dan mobiliasasi kader PKK, Kader Posyandu, PKP dengan memasukan aktivitas STBM didalam kegiatan Posyandu Multifungsi maupun kegiatan PKK.
  4. Menambahkan indikator PHBS dalam lomba desa dan kelurahan.
  5. Mendorong aparatur desa untuk mengalokasikan anggaran sanitasi didalam penyusunan APBDes

Hasik dari Rapat dan Koordinasi ini adalah Permasalahan sanita bukan terletak pada mampu atau tidak mampu nya,tetapi terletak pada mau atau tidak mau warga masyarakat melakukan pola hidup bersih dan sehat.

( Hamdi )

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan