Sosialisasi Bahaya Narkoba

Kabar Desa

KUMBANG.DESA.ID, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, terus melakukan sosialisasi tentang bahaya narkotika dan obat-obat terlarang. “Masalahnya peredaran narkotika tidak memandang usia dan cukup mudah untuk mendapatkan,” kata Kepala BNK Kabupaten Lombok Timur yang didampingi oleh Dokter dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur pada acara sosialisasi Bahaya Narkoba dengan tema “SELAMATKAN GENERASI BANGSA DARI BAHAYA NARKOBA”, yang bertempat di aula Kantor Desa Danger, Senin (04/12).

Menurut kedua narasumber tersebut, sosialisasi adalah salah satu pencegahan tingkat awal guna memberikan pengetahuan kepada remaja maupun anak-anak sekolah. Peredaran narkotika saat ini tidak memandang usia. Selain itu saat ini terdapat sekitar lebih dari 2.500 jenis obat-obatan terlarang yang sebenarnya tidak layak untuk diperjualbelikan.

Jenis obat-obatan terlarang itu, antara lain, I yakni cannabis (ganja), heroin (diacetilmorfina), MDMA/ekstasi, amfetamin, katinon, dan sebainya. Golongan II, yakni katinon, tentanyl dan metadol, Sedangkan untuk golongan II, yakni kodeina serta terdapat narkotika jenis baru, yakni yaba, dextromethotphan, happy five dan krokodil.

Dalam hal ini pengawasan dan pemberantasan baik orang tua, masyarakat dan pihak kepolisian harus tetap berlangsung guna memberantasnya.Adanya peredaran itu dapat menimbulkan berbagai efek penyakit, diantaranya “overdosis”, fungsi otak menjadi terganggu dan lain sebagainya.

Upaya pencegahan ini akan terus dilakukan mulai dari sosialisasi dari tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten maupun Provinsi “Hal ini harus ada dukungan mengingat peredaran narkotika sudah menjamur dengan mata rantai yang banyak,” dan peran serta masyarakat tokoh agama dan pemerintah serta kepolisian dalam hal ini sangat diperlukan demi terciptanya Indonesia Sehat dan Bebas Narkoba.

BNK juga mempunyai sifat atau karakter tidak menghakimi, namun melakukan penindakan dan rehabilitasi. Kasi Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur menjelaskan sosialisai harus terus dilakukan. Pihaknya dan melakukan kerja sama dengan tokoh masyarakat, agama, pemerintah daerah dan lain sebagainya.

Sumber:hamdi

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan