JANGAN BERLEBIHAN MENYIKAPI RAMALAN SOAL GEMPA

Kabar Desa

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, menegaskan, bencana alam adalah sesuatu yang bisa terjadi di belahan bumi manapun. Bencana bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan. Melainkan dihadapi dengan persiapan dan mitigasi yang matang.

Hal itu disampaikan Gubernur saat menanggapi hasil penelitian salah satu peneliti asal Amerika mengenai adanya potensi bencana gempa bumi di sejumlah daerah di Indonesia.

“Jangankan gempa, kiamat pun ada yang memprediksi tahun depan. Artinya, kita harus menyerap informasi dengan baik agar tidak salah dalam menanggapi suatu informasi yang belum tentu benar terjadi,” kata Gubernur di Mataram, Kamis, 4 Juli 2019.

Kepala BMKG Mataram, Agus Riyanto, menjelaskan bahwa hasil penelitian pakar gempa bumi dari Amerika, Prof. Rown Haris, dilakukan dengan mengukur jejak-jejak tsunami pada masa lampau bersama tim dan BMKG pada tahun 2012. Penelusuran ini dilakukan dengan menyisir pantai di selatan Lombok, Bali hingga Banyuwangi.

“Kajian-kajian ini memberikan pelajaran kepada kita saat ini untuk selalu waspada tentang potensi tsunami. Itu poin yang disampaikan dari profesor, dan juga yang dimaksud dengan selatan Lombok itu bukan Lombok Selatan, tapi selatan Jawa dan sampai ke NTB itu pertemuan garis lempeng besar,” ujarnya.

Gubernur berpendapat, prediksi atau ramalan dari pakar mengenai potensi gempa tersebut merupakan hal biasa saja. Apalagi, para ahli sendiri belum mempunyai perangkat dan kemampuan untuk memprediksi kapan tepatnya bencana itu akan terjadi. Karenanya, informasi ini tidak perlu ditanggapi dengan kekhawatiran berlebihan.

Gubernur menilai, bencana dalam berbagai bentuk adalah hal yang bisa ditemukan dimana saja dan kapan saja di berbagai belahan bumi ini. Untuk itu, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan diri menghadapi bencana. Justru rangkaian gempa bumi pada 2018 lalu memberikan hikmah berupa pengalaman dalam menghadapi bencana tersebut.

Pekan lalu, Gubernur telah menyaksikan sendiri strategi dan kebijakan yang komprehensif dalam menghadapi bencana di Darwin, Australia Utara. Di daerah tersebut, ancaman bencana dihadapi dengan persiapan yang cukup matang. Warga diedukasi mengenai apa yang harus dilakukan saat bencana datang.

Berbagai kebutuhan saat gempa telah disediakan dan siap didistribusikan sewaktu-waktu bencana datang. Dari tenda, selimut, persediaan makanan instan, hingga mainan untuk anak-anak korban gempa.

Membangun kesiapan semacam ini jauh lebih penting ketimbang memperdebatkan dan membahas berulang-ulang mengenai berapa besar potensi gempa yang akan datang. Apalagi, warga NTB telah punya pengalaman menghadapi gempa.

“Kita tidak berharap ada gempa. Tapi misalnya ada, maka kita tidak sepanik daerah yang belum pernah mengalami hal yang serupa,” terangnya.

Untuk mempelajari lebih jauh tentang kebijakan dan strategi menghadapi bencana, akhir pekan ini sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah di NTB akan mengikuti kursus singkat mengenai kebencanaan. Ini merupakan langkah awal untuk mengadaptasi kesiapan pemerintah di Australia dalam menghadapi bencana.

Menurut Gubernur, kesiapan menghadapi bencana juga telah tercantum sebagai salah satu misi Pemprov NTB. Upaya mitigasi bencana dan antisipasi bencana menjadi prioritas nomor satu. Terlebih, karena saat ini NTB dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Menurut Gubernur, saat ini pariwisata NTB telah mulai pulih. Kunjungan wisatawan telah memperlihatkan tren menggembirakan. Apalagi, dengan dibukanya sejumlah rute penerbangan baru, dari dan menuju NTB. Termasuk, rute Perth-Lombok dengan pesawat AirAsia.

“Saya baru pulang dari Australia misalnya dari Darwin, tidak satu pun kursi yang tersisa di pesawat itu saking orangnya senang datang ke Lombok, enggak satu pun yang tersisa,” ujarnya.

Gubernur menghimbau, sudah saatnya seluruh elemen masyarakat NTB melawan rasa takut dan membangun keberanian untuk mempromosikan NTB sebagai daerah pariwisata yang semakin menarik. Ada banyak perkembangan menggembirakan yang sedang terjadi di NTB dan bisa disebarluaskan ke banyak orang. Mulai dari akan hadirnya ajang MotoGP mulai 2021 mendatang, tumbuhnya desa-desa dan objek wisata baru, hingga semakin terkoneksinya NTB dengan berbagai daerah di Indonesia maupun di negara lain.

sumber:humasprotokol.ntb.go.id

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan