PELATIHAN PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG PENYULUHAN RESIKO PERNIKAHAN DINI

Desa Kumbang
Kepala Desa Kumbang, Petugas PLKB dan Duta Genre NTB Tahun 2019

http://kumbang.desa.id Sebagai bentuk kepedulian terhadap problematika yang terjadi di dunia remaja khususnya pernikahan dini Pemerintah Desa Kumbang mengadakan kegiatan peningkatan pemahaman masyarakat tentang http://RESIKO PERNIKAHAN DINI, bertempat di aula kantor Desa Kumbang, Kamis 14 November 2019 yang di hadiri oleh perwakilan siswa siswi dari Tingkat SLTP dan SLTA Sederajat yang ada di wilayah desa Kumbang. Acara tersebut langsung dibuka oleh Kepala Desa Kumbang M. Taufik.

Dasar hukum yang melandasi kegiatan ini yakni :

  1. Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pengembangan Keluarga;
  2. Undang-Undang tersebut mengamanatkan perlunya pengendalian kuantitas, peningkatan kualitas dan pengarahan mobilitas penduduk agar mampu menjadi sumber daya yang tangguh bagi pembangunan dan ketahanan nasional;
  3. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 186, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6401).

Adapun yang melatar belakangi kegiatan ini adalah : Semakin banyaknya kasus pernikahan dini, Banyaknya kehamilan yang tidak diinginkan, Pertambahan penduduk yang semakin cepat, Kualitas penduduk yang rendah dan Pernikahan dini menyebabkan keluarga tidak harmonis yakni KDRT, perselingkuhan, sering  kelahi/cekcok dan rentan perceraian.

Tujuan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada remaja agar dalam merencanakan keluarga dengan meningkatkan usia perkawinan pertama sehingga mencapai usia minimal pada saat perkawinan 20 th untuk wanita dan 25 th untuk pria sehingga dapat mempertimbangkan berbagai aspek yang berkaitan dengan kehidupan berkeluarga seperti :

  1. Persiapan fisik
  2. Mental
  3. Emosional
  4. Pendidikan
  5. Sosial
  6. Ekonomi
  7. Jumlah dan jarak kelahiran

Seperti yang di sampaikan oleh SRI WAHYUNI, SE (PKB desa Kumbang dan Danger) kerangka program PUP terdiri dari 3 yakni :

Masa Menunda perkawinan dan kehamilan

         Kelahiran anak yang baik apabila dilahirkan oleh seorang ibu yang telah berumur 20 thn. Oleh karena itu menunda perkawinan sampai usia 20 thn sangat dianjurkan dari aspek kesehatan jasmani dan rohani. Apabila terlanjur kawin muda harus menunda kehamilannya sampai usia 20 thn.

Masa menjarangkan kehamilan

     Dilaksanakan pada periode PUS pada umur 20-35 thn. Pada periode 15 thn berkeluarga (20-35 thn) sebaiknya sudah/dianjurkan mempunyai 2 orang anak baik laki perempuan sama saja.Patokannya jangan ada 2 balita dalam periode 5 tahun dan kontrasepsi yang dianjurkan pada periode ini yakni IUD

Masa mencegah kehamilan

Masa ini periode PUS 35 tahun secara empirik umur ibu sangat beresiko melahirkan secara medik. Kontrasepsi yang dianjurkan pada masa ini yakni kontrasepsi yang dapat mencegah kehamilan sampai umur reproduksi PUS, dianjurkan untuk menggunakan MOP/MOW dan IUD karena pil kurang dianjurkan pada ibu yang berumur tua karena mempunyzi efek samping yang kompleks

Pada kegiatan ini juga di hadiri oleh Duta GenRe 2019 tingkat propinsi yakni IZan Sani remaja asli desa kumbang yang memberikan materi tentang GenRe dan teknik pengelolaan PIK R di masing-masing sekolah dan madrasyah yang ada di desa Kumbang serta memberikan motivasi bahwa remaja harus punya prioritas hidup dengan lebih terencana, salah satunya mengikuti kegiatan PIK R agar bisa memperoleh informasi tentang Pendewasaan Usia Perkawinan, keterampilan hidup (Life Skills), pelayanan konseling dan kegiatan-kegiatan lain yang khas dan sesuai minat dan kebutuhan remaja.

Dalam kesempatan ini juga di sampaikan tentang kesehatan reproduksi oleh H.Abdul Manan, SH ( PKB Lendang Nangka) bahwa pernikahan dini sangat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi khususnya bagi wanita karena menikah di bawah usia 20 tahun akan berdampak pada:

Kondisi rahim dan panggul yang belum optimal

Menimbulkan resiko medik yakni :

  1. Keguguran
  2. Preeklamsia (hipertensi, proteinuria)
  3. Eklamsia (keracunan kehamilan)
  4. Kesulitan persalinan
  5. BBLR
  6. Fistula vesikovaginal ( merembesnya air seni ke V )
  7. Fistula Retrovaginal (keluarnya gas/feces ke V )
  8. Kanker leher rahim

Dengan kegiatan ini diharapkan untuk remaja lebih merencanakan kehidupan mereka seperti yang disampaikan oleh kades Kumbang M.Taufik agar para remaja lebih :

  1. Berhati-hati dalam bergaul agar tidak terjadi pernikahan dini apalagi dengan kemajuan teknologi sekarang ini agar bisa di manfaatkan untuk hal-hal yanag positif
  2. Untuk remaja-remaja yang kurang mampu melanjutkan pendidikan karena faktor ekonomi maka akan dibantu oleh pemerintah desa Kumbang untuk dibuatkan rekomendasi beasiswa dari desa agar bisa melanjutkan pendidiknya

Generasi Berencana TUNDA NIKAH DINI ITU KEREN….(SRI WAHYUNI, SE)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.


*