Bripka MN menembak mati Briptu HT di Lombok Timur

http://kumbang.desa.id Peristiwa Bripka MN menembak mati Briptu Hairul Tamimi di Lombok Timur, NTB, mendapat respon dari Mabes Polri. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan anggota polisi tidak bisa sembarangan memakai senjata api “Tes psikologi itu menjadi satu acuan bahwa yang bersangkutan itu layak untuk memegang senpi dinas kepolisian. Itu pasti dilalui semua,” terang Rusdi Selain tes psikologi, anggota polisi juga harus mengikuti tes perilaku dan harus dinyatakan lulus. Rusdi meyatakan, saat ini penyidik masih terus mendalami motif Bripka MN menembak mati Briptu Hairul Tamimi Kasus tersebut, sambung Rusdi, diserahkan sepenuhnya oleh Mabes Polri kepada Polda NTB.

“Motif yang bersangkutan melakukan tindakan seperti itu terhadap temannya sendiri masih didalami,” kata dia. Sedangkan Kapolres Lombok Timur, AKBP Herman Suriyono mengatakan bahwa ancaman pidana untuk MN itu masih dalam proses pemenuhan alat bukti. “Jadi sekarang kita sedang menggali fakta untuk membuat terang perbuatan pidananya, apakah pelaku ini kita terapkan Pasal 338 atau Pasal 340, tentunya ini akan terungkap dari hasil penyidikan,” kata Suriyono mengutip Antara, Selasa (26/10).

Ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup itu diatur dalam pidana pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Suriyono lalu meminta masyarakat terutama keluarga korban agar mempercayakan penanganan kasus ini kepada polisi. Dia menjamin pihaknya akan serius menangani kasus tersebut. “Mohon agar kami diberikan waktu untuk mengungkap kasus ini dan sekarang kami sedang bekerja untuk melengkapi barang bukti yang ada,” ujarnya

sumber : IG.http://infoseputarlombok

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan