Desa Kumbang
Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur
Mahasiswa KKN Unram Awali Inovasi Pengolahan Silase dan Kompos di Batu Empas demi Cegah Polusi Asap
BATU EMPAS (19 Januari 2026) – Permasalahan polusi udara akibat pembakaran limbah pertanian sering menjadi permasalahan di lingkungan desa, terutama pasca musim panen. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa KKN Universitas Mataram (Unram) periode 2025-2026 mengambil langkah nyata melalui kegiatan Sosialisasi Sesi I mengenai pengolahan limbah menjadi pakan alternatif silase dan pupuk kompos yang dilaksanakan di Dusun Batu Empas, Senin pagi pukul 10.00 WITA.
Kegiatan ini didasari oleh temuan mahasiswa di lapangan mengenai pengelolaan limbah yang belum terarah. Selama ini, banyak warga yang memilih membakar jerami sisa panen atau membuang limbah ternak sembarangan. Praktik pembakaran limbah tidak hanya merugikan kesehatan karena polusi asap, tetapi juga membuang potensi sumber daya yang bisa bernilai ekonomi.
Mengingat masa panen jerami telah berakhir, mahasiswa memberikan solusi dengan menggunakan rumput gajah sebagai bahan pengganti dalam pembuatan pakan silase. Proses ini diperkenalkan agar warga memiliki keterampilan mengolah limbah tani melalui proses fermentasi kedap udara. Rumput dicacah, dicampur dengan dedak, air, serta larutan EM4 dan molases (tetes tebu) sebagai starter, lalu disimpan dalam plastik kedap udara. "Inovasi ini bertujuan agar ke depannya jerami tidak lagi dibakar, melainkan difermentasi menjadi stok pakan berkualitas yang tahan lama," ujar Ketua Tim KKN Unram.
Selain pakan, sosialisasi ini juga melakukan pembuatan pupuk kompos. Mahasiswa mendemonstrasikan bagaimana kotoran ternak dan sisa limbah tani dapat diolah dengan bantuan EM4 untuk mempercepat pembusukan. Edukasi ini penting agar limbah yang biasanya menjadi sumber bau di pemukiman dapat disulap menjadi nutrisi tanah, sehingga mengurangi ketergantungan warga pada pupuk kimia.
Dukungan penuh datang dari Ketua RT dan Kepala Wilayah (Kawil) Batu Empas yang membantu mengarahkan warga untuk berpartisipasi aktif. Meski cuaca di lokasi kurang mendukung, antusiasme masyarakat tetap tinggi mengikuti setiap tahapan praktik. Sesi I ditutup dengan pembagian hasil pakan dan kompos yang telah disiapkan sebelumnya, serta sesi foto bersama sebagai awal gerakan mandiri limbah di Dusun Batu Empas.



Penduduk Biasa
14 September 2016 06:09:16
Selamat atas keberhasilan Desa Kumbang...